Home Opini Sumpah Pemuda, Bulan Bahasa dan Nawacita

Sumpah Pemuda, Bulan Bahasa dan Nawacita

743
0
SHARE

HARI SUMPAH PEMUDA juga merupakan hari lahir Bahasa Indonesia. Oleh karena itu Bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Bahasa. Dalam peristiwa tanggal 28 OKtober 1928 itu, para pemuda dari berbagai daerah mengikrarkan diri dalam sebuah sumpah yang dinamakan : Sumpah Pemuda, yang berisikan pengakuan satu bangsa, bangsa Indonesia; satu tanah air, tanah air Indonesia; dan satu bahasa, bahasa Indonesia. Atas dasar itulah bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Bahasa. Untuk memperingatinya, pemerintah Indonesia melalui Badan Bahasa rutin menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra.

Rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra dihelat pada Oktober setiap tahun. Sesuai UU No. 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu kebangsaan pasal 25 ayat 1 : Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan dinamika peradaban bangsa.

Seiring perkembangan dan perjalanan bangsa Indonesia, bahasa Indonesia juga turut berkembang dan menjadi modern. Dengan mengambil serapan-serapan dari bahasa asing, terutama dengan munculnya istilah-istilah baru akibat adanya perkembangan tekhnologi. Selain itu keniscayaan globalisasi juga berakibat maraknya penggunaan bahasa asing di berbagai lapisan masyarakat dan juga komunikasi publik. Belum lagi bermunculan berbagai varian Bahasa Indonesia lain seperti bahasa prokem dan bahasa gaul hasil dari “kreativitas” anak muda.

Karena itulah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) menggelar kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra sebagai salah satu upaya pengutamaan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Tentu saja, tugas ini juga menjadi tanggung jawab kita semua, bukan hanya diemban BPPB. “Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra yang diselenggarakan setiap tahun adalah upaya BPPB untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, serta bertekad memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra itu,” demikian pernyataan di laman Badan Bahasa. 1383217575461494619 Melihat pentingnya kenyataan historis di atas, ternyata masih ada sebagian di antara kita yang belum mengetahui adanya Bulan Bahasa. Meskipun mereka tahu, tetapi belum mempunyai semangat untuk mengadakan kegiatan-kegiatan untuk menyemarakkan Bulan Bahasa tersebut. Dan yang sungguh ironis adalah masih adanya lembaga setingkat universitas, dan mempunyai Jurusan Bahasa dan sastra Indonesia yang tidak melakukan kegiatan sama sekali untuk memeriahkan bulan bahasa ini.

Bagaimana akan bisa memelihara semangat dan meningkatkan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia jika lembaga universitas sebagai lembaga akademis dan pencetak ilmuwan bahasa Indonesia justru kurang bersemangat dalam pengembangan bahasa Indonesia? Padahal banyak kegiatan yang harusnya bisa diadakan untuk memeriahkan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia ini, kegiatan yang tidak harus berbiaya mahal. Apalagi dengan maraknya media sosial yang bisa kita manfaatkan untuk memperkuat gaung dari kegiatan-kegiatan Bulan Bahasa. Misalnya memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kesungguhannya dalam pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia di tempat-tempat umum dan di dalam ranah kedinasan.

Sebagai amanat dari Undang-undang bahwa bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa media massa. Memberikan penilaian kepada media massa cetak lokal tentang penggunaan bahasa Indonesia. Di tingkat mahasiswa bisa diadakan debat antar mahasiswa dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.dengan tema-tema tentang bahasa dan sastra Indonesia.

Hal ini juga akan melatih mahasiswa untuk berpikir kritis dan mempunyai kreatifitas dalam berargumentasi. Sosial media juga bisa kita manfaatkan, yaitu dengan mengadakan lomba menulis Blog. Misalkan dengan mengadakan lomba menulis blog resensi buku novel dan kumpulan cerpen. Novel dan kumpulan cerpennya harus dari para penulis Indonesia. Selain itu bisa juga dengan mengadakan lomba menulis fiksi, di tingkat SMA/SMK/MAN atau tingkat universitas, dilanjutkan dengan pembacaan puisi dan musikalisasi puisi.

Akan lebih baik jika diadakan juga semacam workshop menulis kreatif, baik fiksi dan non fiksi, dengan mengundang Pemateri yang sudah menguasai bahasa dan sastra Indonesia. Jika hal ini bisa dilakukan secara serentak di kampus-kampus seluruh Indonesia, maka Bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antardaerah dan antarbudaya daerah, bisa selalu diperjuangkan, agar tidak hanya menjadi slogan saja.

Pemerintah wajib mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra Indonesia agar tetap memenuhi kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sesuai dengan perkembangan zaman. Tetapi tanpa peran serta semua elemen masyarakat untuk mewujudkannya. Dan pemerintah hendaknya bisa menjadi katalisator dan menyediakan berbagai sarana prasarana agar masyarakat berpastisipasi secara aktif dalam mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia.

Dalam bulan bahasa dan sastra Indonesia ini, bisa menjadi momentum bagi pemerintah sekarang untuk mewujudkan janji-janji kampanyenya yang ada dalam Konsep “Nawacita” salah satunya adalah: Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga. Bahasa Indonesia bisa digunakan sebagai alat pemersatu bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa ini.

ARIF GUMANTIA
Ketua Majelis Sastra Madiun

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Share
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here