Meja Bundar Musik – World Music | Hari Pertama

1151
0
SHARE

Pada 2015, Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta menggagas “Meja Bundar Musik – World Music”. Hasil dokumentasinya diterbitkan dalam dua medium, yaitu terbitan notulensi setebal 130 halaman dan dua keping CD berisi video rekaman diskusi. Rekaman dalam bentuk CD inilah yang kemudian diunggah ke Alinea TV.

Pada hari pertama, diskusi melibatkan dua pembicara yaitu I Wayan Balawan dan Rahayu Supanggah dengan Nyak Ina Raseuki dan Jabatin Bangun sebagai moderator.

I Wayan Balawan dilahirkan di Gianyar, Bali, 9 September 1973. Menempuh pendidikan musik di Australian Institute of Music dan lulus pada 1997. Ia mendirikan sejumlah grup musik, di antaranya, Batuan Ethnic Fusion, Bali Guitar Club dan Trisum. Ia juga mengelola Yayasan Balawan untuk Musik Indonesia.

Album Solo Balawan yang pertama berjudul “Balawan” dan diterbitkan di Jerman pada 1997. Album solonya yang lain adalah “See You Soon” (2009), “Magic Fingers” (2005), “Self-Titled” (2001). Sementara bersama Batuan Ethnic Fusion ia menerbitkan album “GloaBALIsm” (1999); bersama Trisum “1st Edition” (2007); bersama Bali Gitar Club “1st Anniversary Album” (2008)

Sementara Rahayu Supanggah dilahirkan di Boyolali, Jawa Tengah, 28 April 1949. Ia menamatkan pendidikan musiknya di Akademi Seni Karawitan Indonesia (kini ISI Surakarta) dan meraih Doktor Etnomusikologi dari Universitas Paris VII (1985). Di kampusnya, ia pernah menjabat sejumlah posisi penting, di antaranya, Rektor, Direktur Pascasarjana, Guru Besar Etnomusikologi dan Komposisi dan Ketua Jurusan Musik. Rahayu Supanggah berkolaborasi dengan sejumlah seniman Indonesia dan luar negeri, termasuk dengan Kronos Quartet dan Melbourne Orchestra. Karya-karyanya, antara lain adalah, “Wayang Buddha”, “Gambuh”, “Gilgamesh”, “Sesaji Raya Suya”, “Karawitan New Waves”, “Passage Through the Gongs”, “The Death of Menakjingga”, “I La Galigo”, “Megalithikum Kwantum”, “Opera Jawa”.

Rahayu Supanggah juga menulis sejumlah buku, di antaranya, “Mutar-Muter” (2004), “Oblok-Oblok” (2004), “Pendidikan Seni Nusantara” (2003), “Bothekan I” (2002), “Ethnomusicology” (editor, 1996). Rahayu Supanggah juga meraih sejumlah penghargaan, di antaranya, Anugerah Akademi Jakarta (2011), Bintang Budaya Parama Dharma (2010), World Master in Music and Culture di Seoul, dan Penata Musik Terbaik FFi 2006 untuk film “Opera Jawa”.

//

Video ini merupakan bagian dari catatan diskusi Meja Bundar Musik – World Music yang diterbitkan Dewan Kesenian Jakarta pada 2015.

Pembicara/Speakers
I Wayan Balawan, Rahayu Supanggah, Rence Alfons, Trisutji Djuliati Kamal

Moderator/Moderators
Jabatin Bangun, Nyak Ina Raseuki

Penyunting/Editor
Zen Hae

Penerjemah/Translator
Miagina Amal

Penyelaras Bahasa/Proofreader
Helly Minarti

Desainer Grafis/Graphic Desainer
Riosadja

Fotografer/Photographer
Eva Tobing

Videografer/Videographer
Joel Taher, Indra Perkasa

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY