Internet Menciptakan Pola Baru di Pasar Musik

1427
0
SHARE

DALAM diskusi “Musik Indonesia dan Pasar yang Bisa Diciptakan” pada Kamis 3 Maret 2016 di Koalisi Seni Indonesia, peneliti musik dan strategic planner Coki Singgih mengatakan bahwa internet berpengaruh ke perubahan perilaku pembeli musik. Internet itu kabar baik bagi penyebaran informasi musik dan kabar buruk bagi distribusi musik. Internet menciptakan pola baru yaitu free sharing yang mengacaukan distribusi musik, tetapi anehnya memunculkan minat konsumen musik untuk membeli tiket konser dan merchandise. Coki mencontohkan bagaimana tiket konser Efek Rumah Kaca seharga paling mahal Rp 250.000 ludes dalam waktu 2 jam saja.

Hal ini dibenarkan oleh anggota band Efek Rumah Kaca Cholil Mahmud. “Internet itu sangat membantu kami,” ujar Cholil sembari menambahkan pendengar Efek Rumah Kaca itu kalangan kelas menengah, yang kebanyakan cukup relate dengan bandnya. Jadi setelah mendengar musik yang dibawakan Efek Rumah Kaca, mereka sudah ramai dengan sendirinya, tidak perlu promosi lagi.

Dalam abad informasi seperti sekarang, musisi harus pandai membaca semangat zaman. Ketika di era internet, masyarakat cenderung mengharapkan bisa mendengar gratis musik, maka musisi harus bisa membangun kedekatan emosional dengan pendengarnya dan memikirkan jalan keluar lain untuk mendulang pemasukan, semisal dengan lebih sering tampil di panggung. “Sekarang ada peluang yang ada dengan kemajuan internet. Label juga baru belajar. Hal ini perlu cepat dikuasai musisi sehingga punya daya tawar yagn sama,” pesan Cholil kepada peserta diskusi.

Dalam diskusi yang berlangsung hampir selama 2,5 jam tersebut, juga dibahas mengenai perlunya untuk berhenti memperdebatkan soal jalur indie dan major label karena dinilai sudah usang. Yang perlu lebih lanjut dibahas menurut Coki dan Cholil dalam mendukung pasar musik yang bisa diciptakan adalah desakan semua pihak untuk mendorong perubahan perizinan konser musik yang tadinya kewenangan kepolisian dipindahkan ke kewenangan kebudayaan dan pariwisata.

Percakapan di dalam diskusi ini bisa disaksikan di kanal #KesenianIndonesia kerjasama Koalisi Seni Indonesia dan AlineaTV di alineatv.com/kanal/kesenianindonesia

Foto sampul oleh Intan Anggita @badutromantis

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here