Ponpes Waria Diancam Tutup Paksa

2269
0
SHARE

Pukul dua siang, hari Jumat 19 Februari 2016, yang dicemaskan banyak orang terjadi. Abdul Rohman pimpinan rombongan Front Jihad Islam datang bersama teman-temannya untuk menutup dan menyegel pondok pesantren Al-Fattah waria di Kampung Celenan, Dusun Sayangan, Banguntapan, Yogya. Mereka datang sesuai informasi yang beredar di whatsapps, memakai atribut tutup kepala, celana cingkrang dengan dikawal polisi.

Sasaran mereka adalah pondok pesantren yang dikelola oleh ibu Shinta Ratri, 53 tahun. Tercatat ada 40 waria yang ikut ponpes waria Al-Fattah, tapi yang cukup aktif ada sekitar 10 orang. Jumlah ini bisa bertambah bila ada acara, hingga dua kali lipat.

Siang itu pondokan sudah kosong karena ancaman telah diketahui sebelumnya dan ibu Shinta Ratri sempat meminta perlindungan ke keraton. Namun karena tak jelas sikap keraton untuk melindungi pondok itu, akhirnya ia menemui LBH Yogya. Lalu semua anggota ponpes dievakuasi ke LBH Yogya saat rombongan FJI datang.

Tapi Abdul Rohman tak gentar. Ia tetap beralasan pondok pesantren ini hanya kedok menutupi aktivitas LGBT. Hanya saja penyegelan ponpes waria tidak bisa dilakukan karena ustadz Arief pasang badan.

Bagi masyarakat sekitar, kegiatan ponpes waria tidak masalah selama bertahun-tahun dan mereka tidak keberatan. Kalau tidak ada masalah, mengapa harus ditolak dan disegel. Rombongan FJI itu pun pergi.

Saat memberikan keterangan, Bu Shinta mengatakan, “Ponpes tidak disegel atau ditutup. Penghuni tetap akan tinggal di ponpes. Tapi kegiatan sementara dihentikan.” Kini 4 waria anggota ponpes harus mencari shelter yang bisa menjadi tempat tinggal.

Memang rombongan FJI sudah pergi, tapi bagi anggota ponpes meninggalkan ngeri. Ngeri yang diperkuat karena stigma dan diskriminasi yang dibiarkan merajalela di mana-mana. Lalu di mana negara yang katanya hadir untuk melindungi?

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here