Melacak Asal Cerita Kisah Alice

575
0
SHARE

Semua berawal dari perjalanan di atas perahu di sungai Thames, London, saat Lewis Carroll yang pemalu diminta bercerita oleh kakak-beradik Liddell. Dari mulutnya kemudian meluncur cerita tentang Alice anak kecil yang jatuh ke lubang kelinci dan masuk ke dunia Wonderland.

Alice si tokoh cerita tersebut mengecil dan bertemu dengan kelinci, ratu As Hati, dan mengikuti pesta teh yang gila. Semua ini bisa ditemukan dalam kisah Alice’s Adventures in The Wonderland yang terbit 1865, 150 tahun lalu.

Dalam kisah Alice dan sekuelnya Through the Looking Glass, kisah absurd Lewis Carroll berlanjut. Bahkan ia memainkan kata-kata. Bahkan nama penanya sendiri merupakan permainan kata. Ia mengubah Charles Lutwidge (Dodgson), ditransformasi jadi Ludovic Carolus, dan kemudian menjadi Lewis Carroll.

Lewis Carroll suka anak-anak, terutama seorang anak bernama Alice Liddell yang sorot matanya begitu menghanyutkan.

Screen shot 2015-07-06 at 8.44.26 PMEdith, Lorina, dan Alice, ketiga kakak beradik ini sering diundang oleh Lewis Carroll untuk minum teh dan mendengarkannya bercerita. Kisah Alice yang disampaikan lisan di hadapan kakak-beradik itu kemudian ditulis selama 2,5 tahun dan suatu hari pada Natal 1864 Lewis Carroll memberikan Alice sebuah buku catatan bersampul hijau gelap. Isinya cerita dan ilustrasi serta diberi judul “Alice’s Adventures Under Ground”.

Setelah mendengar masukan temannya, Lewis Carroll mengembangkan kisah tersebut dan pada 1865, cerita tersebut dicetak oleh Macmillan dengan ilustrasi Sir John Tenniel dan langsung terjual 160.000 buku. Lewis Carroll langsung hidup cukup sampai meminta Universitas Oxford mengurangi gajinya.

Perjalanan Naskah

Pada tahun 1928, Alice Liddell melelang naskah asli dengan nilai 15,400 poundsterling. Seorang kolektor Amerika membeli dan enam bulan kemudian menjualnya lagi dengan nilai dua kali lipat. Tahun 1946, naskah tersebut dilelang lagi, tapi kali ini dibeli oleh Library of Congress seharga 500.000 dolar AS. Sekarang naskah ini menjadi milik British Museum.

Kisah ini telah diterjemahkan ke 50 bahasa mulai dari bahasa Arab sampai Zulu, dan melibatkan ilustrator hebat mulai dari Salvator Dali sampai Walt Disney.

Sampai 150 tahun hingga hari ini, kisah Alice masih diceritakan dan tak akan pernah lekang oleh waktu.

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY