Seno Gumira Adjidarma dan Kaum Urban Jakarta

1038
0
SHARE

Seno Gumira Ajidarma kembali menelurkan sebuah karya baru dengan judul Tiada Ojek di Paris, buku yang bercerita tentang kota Jakarta dan segala isi di dalamnya. Ditemui saat acara bedah buku terbarunya di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Juni 2015 lalu, Seno Gumira Ajidarma bercerita tentang Kaum Urban di Jakarta.

Apa yang Mas Seno tulis dalam buku Tiada Ojek di Paris?

Buku Tiada Ojek di Paris adalah sekumpulan kolom-kolom yang saya tulis tentang kehidupan di kota Jakarta. Artinya Jakarta sebagai kota urban.

Apakah buku ini berkisah tentang Paris dan Jakarta?

Enggak, ini hanya tentang Jakarta. Karena jika kita membicarakan Jakarta, maka kita memerlukan perbandingan. Seperti misalnya kita bandingkan Jakarta dengan desa atau dengan Bandung, dalam hal ini Jakarta saya bandingkan dengan kota Paris.

Kenapa memilih Tiada Ojek di Paris sebagai judul buku?

Maksud dari judul yang saya gunakan ini adalah untuk memberikan suatu kontras, antara kehidupan di Paris dan di Jakarta.

Baca juga: Obrolan Dua Buku Terbaru Seno Gumira Adjidarma

Bagaimana proses pengumpulan esai untuk buku terbaru ini?

Kolom-kolom yang ada dalam buku ini awalnya muncul setiap bulan di kolom Djakarta! Dan disusun kembali secara tidak kronologis saat diterbitkan.

Apa yang menarik dalam buku terbaru ini?

Menariknya adalah karena buku Tiada Ojek di Paris yang saya tulis ini tentang kita sebagai masyarakat urban Jakarta. Tentang semua yang kita ketahui di Jakarta.

Perbedaan buku ini dengan buku terdahulu?

Sebetulnya ini merupakan hasil dari seleksi dua buku terdahulu saya, Affair (2004) dan Kentut Metropolitan (2008). Ditambah kolom-kolom baru yang belum dimasukkan ke dalam buku. Ini adalah kumpulan esai.

Tonton juga:

Definisi kaum urban sendiri itu apa?

Pengertiannya seperti di kamus. Ya, jadi, orang-orang yang menarik dari kaum urban adalah perubahan yang terjadi dengan cepat. Dan dengan perubahan yang cepat itu orang kadang-kadang gamang.

Apa sih urban itu?

Selalu ada yang baru. Selalu ada yang kreatif. Selalu mencari.

Kesan setelah menggelar acara bedah buku di Pasar Santa?

Saya kira unik. Artinya unik adalah bahwa pasar itu bisa jadi produk kebudayaan urban. Kita berpikir bahwa pasar tradisional itu bukan bagian dari budaya urban. Ternyata malah sebaliknya. Ini menjadi bagian yang sangat penting. Saya pikir ini sangat luar biasa. Intinya, pasar menjadi fenomena menarik. Bahwa urban itu bisa juga murah. Dan dia tidak perlu fasilitas yang luar biasa untuk tetap menjadi urban.

 

ANGGI SEPTIANTO, AlineaTV

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here