UWRF 2015 Umumkan 16 Penulis Indonesia Terpilih

1172
0
SHARE

Yayasan Mudra Swari Saraswati penggelar festival sastra internasional terbesar di Indonesia, Ubud Writers and Readers Festival (UWRF), secara resmi mengumumkan enam belas (16) penulis Indonesia terpilih untuk menghadiri perhelatan sastra yang akan berlangsung pada tanggal 28 Oktober – 1 November 2015 di Ubud, Bali.

Melalui proses seleksi ketat yang memakan waktu selama tiga bulan, sebanyak 595 penulis dari 168 kota di 27 propinsi telah mengirimkan karyanya pada tenggang waktu submisi yang dibuka dari bulan November 2014 hingga akhir Januari 2015 setiap tahunnya. Setelah melalui proses seleksi, pembacaan dan kurasi karya oleh Dewan Kurator, enam belas penulis terpilih dan berhasil lolos untuk hadir dan disponsori oleh panitia UWRF 2015.

Ke-16 penulis tersebut adalah Zaky Yamani (Bandung), Tia Setiadi (Yogyakarta) , Rio Johan (Baturaja), Andina Dwifatma (Tangerang), Vinca Callista (Cimahi), Gunawan Tri Atmodjo (Surakarta), Norman Erikson Pasaribu (Bekasi) , Raedu Basha (Sumenep) , Ali Syamsudin (Banjarbaru), Leopold Adi Surya Indrawan (Denpasar) , Jumardi Putra (Kotabaru), Dwi Ratih Ramadhany (Sampang), Adimas Immanuel (Surakarta), Tenni Purwanti (Garut) , Achmad Fawaid (Probolinggo), Dedy Arsa (Padang).

Dewan Kurator UWRF 2015
Dewan Kurator UWRF 2015

Penetapan nama tersebut dilakukan pada akhir April 2015 dan ditentukan oleh Dewan Kurator UWRF 2015 yang terdiri dari Eka Kurniawan, M. Aan Mansyur, , dan Ketut Yuliarsa.

“Karya para penulis terpilih tahun ini menunjukkan sejumlah hal menggembirakan. Mereka pada umumnya mampu menemukan cara ungkap yang lebih segar dengan referensi kuat dari para penulis dunia yang mereka baca” ujar Aan Mansyur. “Sebagian besar di antara mereka adalah generasi yang lahir dari rahim Internet yang menawarkan bacaan yang beragam. Dari sana, terlihat mereka memiliki keberanian untuk menjelajah cara-cara baru untuk mereka gunakan menulis,” tambahnya.

Ketut Yuliarsa melihat tingginya jumlah naskah yang masuk dalam seleksi kurator dan hal tersebut mencerminkan semarak, semangat menulis serta perbukuan di Indonesia dengan melihat berbagai aspek sebagai pertimbangan.

“Beragamnya tema, aliran dan gaya penulisan dari buku-buku kesehatan, masalah lingkungan, kewanitaan, sampai tema homoseksualitas, membuktikan bahwa penulis muda Indonesia sekarang lebih berani mengungkap dan menelusuri permasalahan hidup yang tidak banyak ditulis pada waktu sebelumnya,” ujar Yuliarsa.

Para penulis terpilih tersebut akan diundang dan didanai untuk tampil selama penyelenggaraan UWRF 2015 yang akan dihadiri oleh sekitar 100 penulis asing dari 20 negara. Selain itu, sejak tahun 2008, karya-karya para penulis terpilih akan diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi dwi-bahasa festival.

Seluruh proses kurasi dan partisipasi penulis Indonesia didanai bersama oleh UWRF dan HIVOS, lembaga pendanaan internasional dari Belanda.

“Untuk menjamin transparansi dan obyektifitas proses kurasi, UWRF selalu mempercayakan kepada Dewan Kurator yang anggotanya dipilih dari penulis dan akademisi yang berintegritas. Keanggotaan dewan kurator juga selalu diganti setiap tahunnya,” ujar Manajer Umum UWRF, Kadek Purnami.

Logo UWRF 2015 #2

UWRF 2015 merupakan festival keduabelas dengan mengangkat tema 17.000 Islands of Imagination (Imajinasi dari 17.000 Pulau).

(AlineaTV)

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here