Perayaan 10 Tahun Akademi Samali dalam Retrospektif Komik Indie

1008
0
SHARE

Di mulai pada tanggal 7 Mei 2015, sebuah komunitas komik bernama Akademi Samali akan mengadakan sebuah pameran selama satu minggu penuh di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Barat. Pameran ini diadakan sekaligus untuk merayakan hari ulang tahunnya yang ke 10.

Banyak komikus-komikus Indonesia yang ikut memamerkan karyanya dalam pameran bertajuk Retrospektif ini. Salah satu tujuan diadakannya pameran ini juga untuk lebih mengenal kiprah komik indie di Indonesia selama keberadaanya. Selain itu, dengan acara ini juga kita akan melihat perjalanan serta pencapaian komik indie di Indonesia.

Untuk lebih mengenal sedikit perjalanan komik Indonesia, ada baiknya kita mengingat lagi judul-judul komik yang pernah terbit dan berjaya pada masanya. Kisah tentang Gundala Putra Petir, Si Buta dari Gua Hantu, Wiro Sableng adalah beberapa judul komik yang pernah ada pada tahun 1960 hingga 1970-an. Konten yang sangat kental dengan budaya ‘Indonesia’ inilah yang membuat komik-komik pada masa itu menjadi sangat menarik dan tak lekang oleh waktu.

Pada era tersebut, komik Indonesia banyak diproduksi dan menghasilkan masterpiece yang hingga saat ini masih dikenang. Sebut saja Gundala Putra Petir karangan Hasmi yang gaya penceritaannya khas Indonesia.

Namun, setelah tahun 1980-an, komik Indonesia pernah kehilangan taringnya. Hal ini tentunya disebabkan oleh berbagai macam faktor. Salah satu faktornya adalah kurangnya dukungan pemerintah atas industri komik Indonesia. Kelesuan industri komik Indonesia pada tahun 1981 menjadi semakin parah saat komik asing mulai membanjiri pasar dalam negeri. Industri komik Indonesia mati suri selama puluhan tahun akibat kalah bersaing.

Industri komik Indonesia baru mulai bangkit kembali di tahun 2000-an. Hal ini karena adanya kebebasan media dan informasi di internet. Ditandai dengan munculnya kembali komik-komik Indonesia di pasaran, komunitas-komunitas komik Indonesia, dan online platform yang sangat mudah ditelusuri.

Walaupun diproduksi dengan budget yang minim, para komikus muda Indonesia terus berkarya demi menumbuhkan simpati masyarakat Indonesia terhadap karya dalam negeri. Usaha ini terbukti berhasil. Ditandai dengan banyak bermunculan komikus-komikus Indonesia dengan karyanya yang menarik perhatian para pecinta komik di Indonesia.

Meski sudah mulai memperlihatkan geliatnya, industri komik Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan yang cukup genting. Seperti minimnya dukungan pemerintah dan masyarakat sendiri, hingga persaingan pasar yang telah terlanjur dikuasai oleh komik-komik luar negeri.

Persaingan memang akan selalu ada di setiap bidang kesenian. Sekali pun harus bersinggungan dengan produk asing. Namun, komikus Indonesia akan selalu tetap memiliki kekhasan-nya sendiri. Karya-karya yang dipamerkan dalam pameran komik bertajuk Retrospektif Komik Indie Indonesia, adalah salah satu dari sekian agenda yang akan menjadi penanda bahwa komik Indonesia akan hidup kembali.

(AlineaTV)

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here