Oka Rusmini dan Iksaka Banu Raih Anugerah KLA 2014

519
0
SHARE

Panitia Kusala Sastra Khatulistiwa ke 14 telah mengumumkan pemenang anugerah sastra tahunan itu, Kamis malam, 20 November 2014, di Plaza Senayan, Jakarta. Dulu ajang sastra ini dikenal dengan nama Khatulistiwa Literary Award atau KLA. Menurut Ketua Juri, Sarasdewi, penjurian dimulai pada Agustus 2014 lalu. “Butuh dua bulan untuk memproses penjurian,” katanya. Menurut Saras, Dewan Juri sepakat bahwa orisinalitas karya menjadi sangat penting dalam proses seleksi.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, proses penjurian tahun ini dilakukan dalam 3 tahap. Pertama, Dewan Juri memilih 10 karya terbaik, baik untuk kategori prosa maupun puisi. Setelah itu, naskah-naskah yang masuk sepuluh besar itu diseleksi lagi menjadi 5 karya terbaik untuk masing-masing kategori. Setelah itu, barulah diseleksi pemenang untuk kategori prosa dan puisi. Untuk tahun ini, naskah-naskah yang masuk 5 besar kategori prosa adalah Kepada Apakah karya Afrizal Malna, Hanya Kamu Yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu karya Norman Pasaribu, Surga Sungsang karya Triyanto Tiwikromo, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan, dan Semua Untuk Hindia karya Iksaka Banu.

Sementara, naskah-naskah yang terpilih dalam 5 besar kategori puisi adalah Saiban karya Oka Rusmini, Tanda-Tanda Yang Bimbang karya Ook Nugroho, Rusa Berbulu Merah karya Ahda Imran, Piknik Yang Menyenangkan karya Hasta Indriyana, dan Tetralogi Kerucut karya A. Muttaqin. Dan yang keluar sebagai pemenang Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa ke 14 tahun ini adalah Semua untuk Hindia karya Iksaka Banu untuk kategori prosa, dan Saiban karya Oka Rusmini untuk kategori puisi.

Saat tampil ke panggung menerima penghargaan, Oka Rusmini mengaku selalu berpikir bahwa puisi tak bisa membuat kenyang. “Saiban sendiri mencoba eksperimen tentang remah-remah kebudayaan Bali. Saiban adalah upacara paling kecil di Bali,” katanya. Sementara, sastrawan Iksaka Banu mengaku bahwa dibandingkan dengan tahun 1998-1999 saat menulis cerpen dengan tema kolonial seperti ini, kini pembacanya semakin banyak. “Terima kasih kepada KLA 2014 karena dengan kemenangan ini, tema seperti ini semakin diminati oleh masyarakat,” katanya.

(AlineaTV)

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY