5 Fakta Masa Kecil Sylvia Plath

869
0
SHARE

Sylvia Plath adalah seorang penyair Amerika yang terkenal karena novelnya The Bell Jar dan untuk koleksi puisinya The Colossus dan Ariel.

Sylvia Plath lahir di Boston, Massachusetts, pada tanggal 27 Oktober 1932. Plath menikah dengan seorang penyair Inggris bernama Ted Hughes, meskipun dua tahun kemudian mereka bercerai. Pada tahun 1963 Plath memutuskan untuk bunuh diri. Pada tahun 1982, Plath menjadi orang pertama yang memenangkan Pulitzer Prize anumerta. Lima fakta di bawah ini akan memberitahukan pada kita bagaimana seorang Sylvia Plath menjalani hari-harinya selama masa remaja.

1. Plath menerbitkan puisi pertamanya yang berjudul “Poem” di Boston Herald pada tahun 1941. Saat itu dia masih berumur sembilan tahun. Pada usia dua belas tahun, IQ-nya tercatat dengan nilai sebesar 160, yang mengartikan bahwa ia anak yang jenius.

2. Pada tahun 1944, di usianya yang baru menginjak dua belas tahun, Plath memiliki lebih banyak karya yang diterbitkan di surat kabar lokal, The Townsman. Di usia ini, dia menulis satu puisi satu hari di sekolah.

3. Di usia remaja, Plath adalah seorang yang mencintai kedamaian: dia secara terbuka menentang Perang Korea dan menyebut tindakan menjatuhkan bom atom adalah “sebuah dosa” di tahun 1950 dalam surat kepada Neupert.

4. Dia bekerja di sebuah peternakan, melakukan pekerjaan kasar. Dia kemudian menuangkan pengalamannya ini menjadi sebuah puisi berjudul “Stroberi Bitter”.

5. Plath didorong oleh ibunya untuk menulis apa saja yang dia lakukan setiap hari. Inilah yang kelak memengaruhi karya-karyanya di kemudian hari.

(Anggi Septianto/Berbagai sumber)

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here