Sudomo: Selalu Gelisah dengan Ide-Ide di Kepala

442
0
SHARE

Sudomo atau akrab disapa Momo, adalah seorang pencinta formula fisika, gejala kehidupan di alam semesta, dan rangkaian kata, serta cinta mati pada Pulau Lombok, yang baginya bagai serpihan surga di bumi. Momo mengaku, menulis adalah salah satu cara memahami kehidupan. Berikut cakap-cakap AlineaTV dengan penulis yang bukunya memenangkan lomba Bulan Narasi 2014.

Sejak kapan mulai suka menulis? Dan apa yang menyebabkan Anda suka menulis?
Sejujurnya saya lupa kapan saya mulai suka menulis. Satu hal yang pasti, saya menyadari bahwa menulis adalah passion saya sejak aktif di Twitter, yaitu tahun 2011. Lewat Twitter, saya menemukan berbagai komunitas menulis. Setelah aktif di dalamnya secara online, saya mulai mengenal teman-teman dengan passion yang sama. Dari ‘mencuri’ ilmu yang lalu lalang di linimasa, saya mulai belajar sekaligus menekuni dunia menulis dengan mengikuti berbagai proyek dan lomba/kompetisi. Tantangan seru dalam kompetisi dan hal-hal luar biasa dalam komunikasi antarsesama penulis adalah alasan saya suka menulis. Selain menulis membuat saya bisa menciptakan dunia sendiri dengan membebaskan ide-ide dalam kepala juga tentunya.

Anda meraih juara 3 dalam ajang Bulan Narasi yang diadakan oleh Nulisbuku dan Plotpoint. Menurut Anda, apa yang membuat karyamu terpilih dalam ajang tersebut?
Sebenarnya ini adalah sebuah pertanyaan yang lebih tepat dijawab oleh juri lomba Bulan Narasi maupun teman-teman penulis yang sudah membaca Kidung Kinanti. Dewan juri tentu punya standar penilaian dan selera sendiri terhadap karya peserta lomba, termasuk karya saya. Hanya saja, jika saya harus menjawab pertanyaan ini, saya hanya bisa menyatakan, bahwa dalam beberapa segi penilaian, naskah saya mampu menarik hati dan perhatian juri. Bisa apa saja. Namun yang paling utama menurut saya, mungkin karena faktor penulisan (diksi dan EYD) yang cukup rapi, gaya penceritaan yang mengalir sehingga enak dibaca, dan deskripsi setting Lombok yang cukup detail. Mungkin lho, ya. Hehe…

Kidung Kinanti bercerita tentang apa?
Ide cerita Kidung Kinanti sebenarnya biasa saja, tentang cinta diam-diam. Satu hal yang membuatnya berbeda adalah jalinan konflik yang mendukung karakter utama hingga benar-benar menjadi sosok ‘baru’ di akhir cerita. Selain itu, karakter tokoh utama prianya unik, seorang anak band yang cenderung urakan, tetapi suka menanam dan memelihara kembang kertas. Secara umum, Kidung Kinanti mengisahkan tentang perjuangan cinta diam-diam seorang mahasiswa perokok berat penyuka musik dan puisi di Lombok yang sangat dekat dengan ibunya pada teman sekampusnya, seorang mahasiswi pengidap penyakit sinus akut yang alergi dengan asap rokok.

Ada cara khusus saat menyelesaikan Kidung Kinanti?
Sebagai seseorang dengan aktivitas harian yang cukup padat dengan pekerjaan, saya menerapkan manajemen waktu yang ketat dalam menyelesaikan naskah Kidung Kinanti. Beruntung, saya sudah memiliki outline kasar yang tersimpan dalam folder di laptop saya. Hal ini memudahkan saya untuk memperbaikinya sebelum menyusun jadwal menulis sekaligus rencana jumlah total halaman dan membaginya dengan jumlah hari yang saya butuhkan sebagai target halaman harian. Hal ini terbukti efektif karena pada akhirnya Kidung Kinanti bisa selesai tepat pada waktunya.

Menurut Anda, apa kesulitan dalam menulis dan bagaimana menyiasatinya?
Kesulitan dalam menulis yang saya hadapi selama ini adalah manajemen waktu. Dalam hal ini membagi waktu antara pekerjaan utama dengan menulis. Hal tersebut saya siasati dengan berusaha konsisten menulis minimal 15 menit setiap hari (biasanya malam hari). Apabila ternyata pada suatu hari saya benar-benar tidak sempat menulis, saya mencatatnya untuk ditambahkan pada hari lain saat saya benar-benar sedang senggang. Biasanya saat weekend.

Apa yang menjadi pengalaman menyenangkan dalam menjadi seorang penulis buku?
Menurut saya, setiap proses kreatif sejatinya adalah pengalaman menyenangkan. Terlebih pada bidang yang memang sesuai dengan passion kita. Beberapa pengalaman menyenangkan kadang datang tanpa disengaja. Seperti misalnya bisa lebih memahami Bahasa Indonesia terutama dalam hal kaidah penggunaan bahasa tulis, penulisan yang tepat, dan perbendaharaan kata. Hal menyenangkan lainnya yaitu bisa mengenal penulis-penulis lain, termasuk penulis terkenal, unutk diajak berdiskusi dalam rangka belajar tentang menulis yang lebih baik. Dan, tidak ketinggalan pula, bisa menyebarkan virus menulis lewat berbagi ilmu kepenulisan dengan orang lain, terutama orang-orang di sekitar.

Siapa penulis yang Anda jadikan idola? Kenapa?
Penulis idola saya adalah ibu saya, Mariyem. Alasannya sederhana. Beliau telah mampu menuliskan kisah panjang kehidupan saya lewat buku kasih sayang kehidupan yang diterbitkannya untuk saya, sehingga bisa menjadi penulis seperti sekarang ini.

Apa yang Anda bayangkan menjadi seorang penulis?
Penulis adalah seseorang yang selalu gelisah dengan ide-ide di kepala, sehingga senantiasa ingin terus membebaskannya lewat karya berupa tulisan dengan harapan akan bisa memberikan manfaat bagi pembaca dan juga sekaligus menyenangkan dirinya sendiri.

Sebagai seorang penulis muda, apa yang Anda harapkan dari dunia menulis di Indonesia?
Harapan saya semoga di dunia menulis bisa terus semakin berkembang dengan hadirnya buku-buku berkualitas yang lahir dari penulis-penulis muda terbaik Indonesia, sehingga pada akhirnya bisa sekaligus ikut mendukung peningkatan minat baca masyarakat.

Target besar yang ingin Anda lakukan dalam dunia menulis?
Target saya hanya ingin terus menjadi bagian dalam dunia menulis dengan tetap konsisten menulis sampai kapan pun lewat karya yang bermanfaat. Selain itu, saya ingin melakukan hal bermanfaat bagi daerah tempat tinggal saya, Lombok, melalui tulisan fiksi dengan setting budaya, sehingga bisa membuat pembaca berkata, “Suatu saat saya harus mengunjungi Lombok,” setelah selesai membacanya. Aamiin.

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY