42 Judul Buku Siap ke Frankfurt Book Fair 2015

461
0
SHARE

JAKARTA – Indonesia menjadi negara pertama dari Asia Tenggara yang menjadi tamu kehormatan pada pesta buku akbar Frankfurt Book Fair, di Frankfurt, Jerman, pada Oktober 2015. Saat itu adalah momentum bagi kebangkitan jagat perbukuan di Indonesia dan momen penting untuk menunjukkan Indonesia melalui buku kepada masyarakat dunia.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan, Indonesia mengambil langkah berani dengan menjadi tamu kehormatan di pesta buku terbesar sejagat itu.

Untuk itu, persiapannya pun panjang, termasuk membentuk komite nasional. Sudah saatnya Indonesia memasuki masa kebangkitan literasi. ”Implikasinya, ini jadi momentum untuk memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang demokratis, plural, kaya tradisi, budaya majemuk, dan lain-lain. Kita akan tampilkan Indonesia dari sisi intelektual dan kontribusi pemikiran dalam literatur. Peran kebudayaan sangat strategis di sini. Ajang ini juga jadi momen untuk membangkitkan minat baca, menulis, dan meningkatkan industri kebukuan di Indonesia,” papar Wiendu saat menerima Presiden Asosiasi Penerbit Buku Anak Jerman, Austria, dan Swiss, Renate Reichstein, di Jakarta, Selasa (2/9).

Indonesia tidak hanya unjuk buku, tetapi unjuk kebudayaan pada pameran buku yang menggaet 500.000-an pengunjung selama empat hari dan didatangi 10.000 jurnalis itu. ”Kemasannya adalah diplomasi budaya. Kami menyediakan anggaran penuh untuk itu,” ujar Wiendu.

Kedatangan Renate Reichstein ke Indonesia, didampingi Wakil Presiden Frankfurt Book Fair untuk Asia Tenggara Claudia Kaiser, untuk mencermati industri perbukuan di Indonesia.

Untuk memboyong Indonesia ke pameran buku di Frankfurt, tentu harus tersedia buku-buku berbahasa Inggris dan Jerman. Nova Rasdiana dari Ikatan Penerbit Indonesia mengatakan, saat ini ada 42 judul buku berbagai genre yang lolos seleksi penerjemahan ke bahasa Inggris dan Jerman.

”Mulanya ada seratus sekian judul yang diajukan penerbit untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Setelah dilihat sampelnya dalam lima halaman, untuk sementara diputuskan 42 judul, antara lain Calon Arang dan Bekisar Merah,” papar Nova.

Penerjemahan buku sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris, apalagi Jerman, membutuhkan waktu sekitar 12 bulan. ”Kalau dari bahasa Indonesia ke bahasa Jerman, kita masih kurang penerjemah. Kami juga ingin ada pusat penerjemahan yang mewadahi semua bahasa, termasuk ASEAN,” kata Wiendu.

Sumber: Harian Kompas, 3 September 2014

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY