Boedi Oetomo: Kebangkitan Nasional atau Kebangkitan Priyayi Jawa?

696
0
SHARE

Benarkah pergerakan Boedi Oetomo sudah tepat dijadikan titik tonggak kebangkitan bangsa Indonesia? Atau apakah Boedi Oetomo cuma sekadar kebangkitan para priyayi Jawa? Pertanyaan-pertanyaan ini mengemuka dalam diskusi bertajuk “Boedi Oetomo: Kebangkitan Nasional atau Kebangkitan Priyayi Jawa?” yang berlangsung di Erasmus Huis, Jakarta, Jumat, 22 Agustus 2014 lalu.

Acara yang diselenggarakan oleh National Archives of the Netherlands, Arsip Nasional Republik Indonesia dan bekerja sama dengan The Erasmus Huis dan Majalah Historia ini menghadirkan pembicara-pembicara Dr. Rusdy Hoesein (sejarawan, pendiri Perhimpunan Sejarah Kedokteran Indonesia), Dr. Hilmar Farid (sejarawan), dan Budiman Sudjatmiko, Msc., M.Phil. (anggota DPR RI).

Dalam diskusi yang dipandu wartawan Majalah Historia, Wenri Wanhar ini, Dr. Rusdy Hoesein memaparkan alasan mengapa masyarakat kedokteran Indonesia banyak berperan aktif pada dunia politik di masa awal sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia.

“Pendidikan dokter termasuk pendidikan tertinggi yang pertama bagi anak-anak pribumi. Oleh karena itu kaum terpelajar kebanyakan dari profesi dokter. Bangsa Indonesia dapat merasa syukur, bahwa putra-putranya yang pertama mendapat pendidikan tinggi, menyadari bahwa justru karena itu mereka memikul kewajiban untuk mengangkat rakyat dan kebodohan dan kemelaratan,” ungkapnya. “Mereka tahu apa yang tercantum dalam peribahasa noblesse oblige. Mereka yang memiliki kelebihan, memikul kewajiban.”

Sementara itu, anggota DPR RI Budiman Sudjatmiko memaparkan pandangan bahwa pergerakan Boedi Oetomo dipengaruhi oleh perristiwa-peristiwa di luar Indonesia. Misalnya peristiwa kemenangan Jepang atas Rusia di tahun 1905. “Informasi-informasi yang didapat masyarakat Indonesia melalui jalur perdagangan ikut membawa andil dalam kesadaran kita sebagai suatu bangsa,” kata politikus yang beberapa waktu lalu meluncurkan buku memoarnya ini.

Di sisi lain, sejarawan Dr. Hilmar Farid memaparkan perlunya melihat konteks pergerakan Boedi Oetomo dari catatan sejarah di tahun 1948. “Alasan mengapa Boedi Oetomo dijadikan titik tonggak hari kebangkitan nasional lebih penting daripada melihatnya dari catatan sejarah berdirinya Boedi Oetomo,” katanya.

Acara diskusi ini merupakan salah satu mata acara dalam ajang Pameran Arsip Boedi Oetomo 2014 yang berlangsung di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia, Jalan Gajah Mada No. 11 Jakarta yang berlangsung dari tanggal 21 Agustus – 30 Agustus 2014.

(Bagi pembaca yang berminat memiliki makalah lengkap Boedi Oetomo: Kebangkitan Nasional atau Kebangkitan Priyayi Jawa, silahkan follow dan mention Twitter @AlineaTV lalu ketik makalah #BoediOetomo)

(Shobron Jamil/AlineaTV)

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here