9 Tanda Kamu (Sebenarnya) Seorang Penulis

1160
0
SHARE

oleh Joanne Fedler

“Saya bukan seorang penulis,” orang-orang sering berkata. “Tapi aku selalu ingin menulis…”

Tidak ada sertifikat atau gelar yang membuat kamu disebut seorang penulis. Penulis adalah identitas yang kamu pilih ketika kamu mulai menulis.

Berikut adalah beberapa tanda bahwa kamu “nyaris” seorang penulis:

1. Menyukai tulisan yang indah
Kamu mengapresiasi menulis dengan penuh kehati-hatian. Kamu membaca ulang kalimat-kalimat yang menurut kamu sangat menarik. Kamu kadang membaca dengan suara yang keras untuk mendengar bagaimana bunyi dari kalimat tersebut. Karena kata-kata memiliki rasa seperti cokelat yang enak.

2. Menggarisbawahi atau menandai kata, kalimat, atau paragraf dalam buku
Kamu bukan termasuk orang-orang dengan tipe “jangan tandai bukumu”. Kamu tidak bisa menandai pinggiran sebuah e-book. Kamu tidak tahu kenapa kamu melakukan hal itu, kecuali mungkin suatu hari kamu akan membaca ulang tanda yang ada dalam buku tersebut dan mengulang pengalaman dalam kalimat itu.

3. Menguping percakapan orang lain
Duduk di cafe atau di halte, kamu mendengar percakapan di antara banyak orang: obrolan wanita dewasa, pasangan yang bertengkar, remaja yang menggoda, nakal, dan keheningan yang terjadi di sekitar. Penulis adalah pendengar yang baik. Mereka membayangkan cerita di balik kata-kata. Ini adalah cara bagaimana penulis belajar menciptakan karakter.

4. Menonton orang lalu lalang
Kamu bisa duduk berlama-lama untuk melihat orang lalu lalang berjam-jam. Penulis adalah seorang observer yang gigih. Mereka melihat dengan jeli, memerhatikan irama dan tekstur dari semua interaksi manusia.

5. Memerhatikan “kekosongan” segala sesuatu
Tidak hanya memerhatikan apa yang orang lain katakan dan lakukan, bagaimana mereka melihat dan bertingkah, tapi, kamu juga memerhatikan apa yang tidak ada di sana: Seorang ibu mendorong kereta bayi yang kosong. Wanita hamil tanpa cincin kawin. Seorang lelaki yang bicara masalah keluarganya di bar. Rumah yang baru direnovasi tapi tidak ada yang mengisi. Mobil yang diparkir di ujung jalan yang tidak pernah dipindahkan. Penulis tidak hanya melihat sepintas. Tapi mereka melihat lebih dalam, mereka mencari di mana cerita bersembunyi.

6. Berpikir bisa menulis buku yang lebih baik dari yang pernah dibaca

Kamu sungguh kesal dan marah saat membaca sebuah buku yang ditulis dengan buruk. Kadang kamu mengira, “Kenapa sih buku jelek ini bisa diterbitkan?” Mampu mengenali mana yang berhasil dan yang tidak dalam sebuah tulisan artinya kamu membaca seperti seorang penulis.

7. Kadang, kata-kata bisa membuatmu menangis
Sebuah kalimat bisa membuatmu menangis. Kata-kata menggerakkanmu.

8. Memiliki empati
Jika pada dasarnya kamu memiliki rasa empati, kamu bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang lain: orang yang duduk di kursi roda, gelandangan, diculik, diperkosa, tidak punya anak, kehilangan… penulis membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang lain sepanjang waktu. Mereka menciptakan dunia fantasi.

9. Kamu memiliki ketertarikan pada penulis
Tak peduli, sekalipun ia seorang kutu buku. John Green, misalnya. Ingin disebutkan lagi yang lain?

(Anggi Septianto/www.mindbodygreen.com)

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here