Kisah Penulis Don Quixote

698
0
SHARE

Pada 16 Januari 1605, jilid pertama Don Quixote, El ingenioso hidalgo Don Quijote de la Mancha karya Miguel de Cervantes, pertama kali diterbitkan di Madrid, Spanyol.

Miguel de Cervantes adalah putra dari seorang ahli bedah yang tuli, ia dilahirkan di dekat kota Madrid pada tahun 1547. Di tahun 1570, de Cervantes menjadi seorang tentara dan terluka parah dalam pertempuran Lepanto. Ia ditangkap oleh Turki pada tahun 1575, de Cervantes menghabiskan lima tahun di dalam penjara. Dia dibebaskan pada tahun 1580 dan kembali ke rumah. Di tahun-tahun berikutnya, ia mencapai kesuksesan di bidang sastra. Jilid pertama dari cerita tentang seorang tokoh bernama Don Quixote terbit di tahun 1605. De Cervantes meninggal pada tahun 1616.

Hampir sepanjang hidupnya, de Cervantes kesulitan secara finansial. Ayahnya, Rodrigo, tuli sejak lahir, bekerja sebagai seorang dokter bedah. Di masa mudanya, de Cervantes kerap berpindah-pindah rumah beberapa kali, sebagaimana mengikuti keinginan ayahnya demi mencari pekerjaan yang lebih baik.
Sebagai seorang anak, de Cervantes adalah seorang pembaca yang tekun – menurut laporan, keterampilannya diajarkan oleh seorang kerabat. Para ahli masih memperdebatkan apakah de Cervantes mengenyam pendidikan formal atau tidak.

Karya De Cervantes yang pertama kali terbit muncul pada tahun 1569. Dia menyumbangkan beberapa puisi pada sebuah kumpulan untuk mengenang kematian Elizabeth dari Valois, istri Raja Spanyol Philip II.

DON QUIXOTE
De Cervantes menerbitkan novel pertamanya, La Galatea, pada tahun 1585. Cerita romance ini gagal meraih perhatian. Di waktu yang sama, de Cervantes mencoba peruntungan di dunia teater (pada masa itu drama adalah bentuk hiburan yang penting di Spanyol, dramawan yang sukses bisa mendapatkan kehidupan yang layak). Sayangnya, de Cervantes tidak mencapai keberuntungan dan ketenaran dengan drama-dramanya.

Pada tahun 1580-an akhir, De Cervantes mulai bekerja pada sebuah armada Spanyol sebagai komisaris. Itu adalah sebuah pekerjaan tanpa upah, yang tugasnya adalah mengumpulkan gandum dari masyarakat pedesaan. Banyak yang tidak ingin memberikan hasil gandumnya, akhirnya de Cervantes dijebloskan ke dalam penjara karena tuduhan salah urus. Selama masa percobaan ini, dia mulai menulis beberapa karya sastra yang agung itu.

De Cervantes menerbitkan bagian pertama dari cerita Don Quixote di tahun 1605. Novel ini bercerita tentang seorang pria tua yang begitu terpikat oleh kisah-kisah ksatria pemberani yang mencari petualangan di luar rumahnya.

Pria tua itu percaya bahwa ia adalah salah satu dari ksatria pemberani tersebut. Kemudian ia meyakinkan seorang petani bernama Sancho Panza, untuk menemaninya sebagai pengawal.

Karya ini kemudian menjadi best-seller di dunia, yang akhirnya diterjemahkan ke dalam lebih dari 60 bahasa yang berbeda. De Cervantes menerbitkan bagian kedua dari cerita Don Quixote pada tahun 1615.

Novelnya dengan judul Don Quixote ini, tidak membuat de Cervantes menjadi kaya secara finansial, pada saat itu, penulis tidak mendapat royalti dari karya-karya mereka. De Cervantes terus menulis setelah keberhasilan Don Quixote, tapi dia gagal menyelesaikan The Labors of Persiles and Segismunda sebelum kematiannya. De Cervantes meninggal pada 23 April 1616 di Madrid. Dia dimakamkan di sebuah biara, di makam yang tidak diberi tanda.

Semenjak kematiannya, de Cervantes telah ditetapkan sebagai seorang penulis novel modern pertama. Karyanya telah banyak menginspirasi penulis lain, termasuk Gustave Flaubert, Henry Fielding dan Fyodor Dostoyevsky. Kisah Don Quixote telah diceritakan dalam banyak medium, termasuk dalam sebuah musikal bertajuk The Man of La Mancha dan dalam sebuah karya seni oleh Pablo Picaso.

De Cervantes menikahi Catalina de Salazar y Palacios tahun 1584. Pasangan ini tetap hidup bersama sampai akhir hidupnya de Cervantes. Mereka tidak pernah punya anak, tapi de Cervantes pernah memiliki seorang putri dari hubungan sebelumnya dengan Isabel de Saavedra. (Anggi Septianto/Redaksi Alinea TV)

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY