9. The Man Who Loved Books Too Much

613
0
SHARE

9. The Man Who Loved Books Too Much

Obsesi melahirkan kenekatan. Barangkali itu yang melatari mengapa menjadi alasan bagi John Charles Gilkey mencuri buku langka senilai $100,000. Ia pula dengan bangga mengakui bahwa proses pencurian tersebut sebagai sebuah kesenian. Ia menilai apa yang dilakukannya adalah sebuah usaha pembuktian cinta. Apakah itu saja? Tidak. Gilkey mencuri bukan karena ingin memperoleh uang, lebih dari itu, ia mencuri sebagai usaha pemuasan obsesi diri. Baginya buku memiliki buku adalah sebuah candu.

Dalam buku ini Allison Hoover Bartlett menuliskan kisah seperti seorang detektif yang mencoba mengorek motif dan cerita dibalik pesakitan yang ditangkap dengan cara bertutur piawai. Ia menulis narasi seolah buku ini adalah laporan investigasi yang detil dan bernas. Salah satunya bagaimana Barlett berkisah soal Ken Sanders, seorang anggota asosiasi penjual buku antik yang menangkap Gilkey. Kisah mengalir seperti rodeo yang membuat kita bertemu dengan banyak istilah dan menariknya dunia buku.

Gilkey tentu saja tanpa malu mengakui segala obsesinya sebagai sebuah laku hidup. Sementara di sisi lain Sanders dipaksa lintang pukang berpikir bagaimana mengamankan komoditas literasinya ini dari tangan-tangan tak bertanggung jawab. Jika anda terobsesi pada buku barangkali Barlett bisa menjelaskan perasaan anda dengan menggunakan mulut Gilkey. Tapi tentu ini bukan ajakan untuk melakukan tindakan kriminal.

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here