Menikmati Komik Asli dari Bali

1559
0
SHARE

Selama lebih dari satu dekade, majalah komik Bog-Bog hidup dan telah dikenal hampir di 15 negara. Dapatkah ditiru oleh komunitas komikus di kota lain di Indonesia?

DALAM Pekan Kesenian Bali XXXV tahun 2013 yang diadakan di Trade Center, berbagai jenis kesenian ditampilkan mulai dari pertunjukkan seni hingga kerajinan dari berbagai daerah dalam tajuk “Membangkitkan Daya Kreatif dan Jati Diri”. Siapa sangka di tempat ini, ditemukan komik asli Bali yang sudah merambah sampai ke manca negara.

“Bog-Bog itu dalam bahasa Bali artinya bohong, karena komik ini ‘kan tidak seluruhnya kenyataan, bohong-bohongan,” ungkap penjaga stand Bog-Bog Bali Cartoon Magazine mengawali cerita tentang makna nama majalah komik yang mereka kelola sejak tahun 2001 ini. Ukuran majalah dengan tebal sekitar 28 halaman setiap edisinya ini sepintas lalu mirip dengan majalah MAD.

Para komikus yang bergabung di majalah Bog-Bog di awal kelahirannya selalu melibatkan komikus-komikus Bali dan dibantu oleh komikus dari Jawa, seperti Surabaya. Tapi belakangan, seluruh komik yang ada di dalam majalah ini ‘asli’ dibuat oleh komikus Bali seperti Cece Riberu, Putu Ebo, dan lainnya. Majalah komik ini didirikan oleh Jango Pramartha, seorang komikus Bali yang pernah menjadi ketua Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) Bali dan pernah juga mendirikan Museum Kartun Indonesia di Bali. Karakter utama dari majalah tersebut adalah Made Bogler, sosok orang Bali sederhana yang digambarkan selalu tertawa memperlihatkan gigi besarnya, menggunakan kostum khas Bali, ikat kepala putih, dan kain bermotif kotak hitam putih.

Kritik Sosial Dalam Bog-Bog
Kritik Sosial Dalam Bog-Bog (dok. alineatv)

Ciri lain dari Bog-Bog adalah kentalnya kritik sosial di dalam majalah tersebut. Penyandang Duta Budaya Bali pada International Cartoon Exhibition di AUSTRALIA 2006 dengan eksplisit memuat kritik penting pada situasi yang terjadi di Bali secara kasat mata. Orang bisa geli membandingkan bagaimana Bali di tempo dulu dengan Bali di zaman sekarang yang semakin erat dengan kisah kemacetan, sekuler, dan lainnya. Meskipun demikian, majalah ini tidak membuat tersinggung karena selalu berhasil menjadi bahan tertawaan pembacanya.

Mendapatkan pemasukan terutama dari iklan yang jumlahnya tak terlalu besar dan dari hasil penjualan merchandise, Bog-Bog telah mengarungi banyak pasang surut. Tetapi semakin bertambah usia, kematangan majalah ini kian terbukti. Oplahnya mencapai 10.000 eksemplar setiap kali terbit dan khusus untuk acara PKB 2013, majalah ini membagi gratis 5.000 eksemplar kepada pengunjung.

Tentunya, kesuksesan Bog-Bog ini semoga bisa diadaptasi oleh komikus-komikus di kota lain untuk menerbitkan zine-zine komik yang kuat baik dari segi konten maupun manajemennya.

Ingin kenal lebih dekat dengan majalah Bog-Bog, silakan ke http://www.bogbogcartoon.com/ dan gabung Facebook Page mereka di http://www.facebook.com/pages/BOG-BOG-Bali-Cartoon-Magazine/61781723034?ref=ts

DAMAR JUNIARTO
Kontributor AlineaTV

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here